Tingkatkan IP Kaur, BRMP Bengkulu Tinjau dan Lakukan Tanam Bersama di Lahan Oplah
Sabtu, 25/07/2026, Tim swasembada pangan BRMP Bengkulu untuk Kab. Kaur bersama tim dari BBPKH Cinagara (Taufik Walhidayah) meninjau lokasi serta melakukan tanam bersama di lahan Oplah sebagai salah satu upaya peningkatan IP di Kab. Kaur.
Kunjungan lapang pertama dilakukan di hamparan sawah Pulau Kabu di Kecamatan Padang Guci Hulu bersama Katimker penyuluh Kab Kaur, penyuluh lapangan dan Brigade Pangan Pangulu Bersatu. Pada lokasi OPLAH ini saluran irigasi dari sumber air Padang guci mengaliri sawah hingga ke Kecamatan Kaur utara dengan luas lahan sawah mencapai 600 hektar, namun sering terkendala tertutupnya saluran air oleh batu dan pasir sehingga petani harus keluar dana sewa eskavator untuk mengatasinya. Total luasan OPLAH di Kecamatan Padang Guci Hulu 165.1 ha dan sudah realisasi tanam 117.3 dan rencana tanam sebelum 31 Juli 2026 sekitar 30 ha.
Selanjutnya tim melanjutkan survey ke Kecamatan Kaur Utara yang akan direncanakan sebagai lokasi Gertam pada tanggal 31 Juli 2026 mendatang. Untuk Kecamatan Kaur Utara dari total luasan lahan OPLAH 120 ha baru terealisasi tanam sekitar 37 ha dan rencananya sebelum 31 Juli 2026 akan tanam seluas 35 ha.
Kecamatan Tanjung Kemuning paling terdampak kekeringan membuat target tanam 116,7 baru terealisasi 22 ha.
Kunjungan di akhir pada lokasi OPLAH yang merupakan lahan tadah hujan dan terdampak kekeringan yakni Kecamatan Tanjung Kemuning dengan total luasan 116 ha dan baru terealisasi 22 ha. Hingga akhir Juli 2026 mendatang belum dapat dilakukan penanaman dikarenakan keringnya sumber air di wilayah tersebut. Beberapa diskusi terkait rencana antisipasi kekeringan dengan Brigade Pangan mengupayakan usulan untuk pembuatan sumur bor untuk antisipasi kekeringan di masa mendatang sehingga lokasi ini terealisasi dapat meningkat meningkat IP dari 1 menjadi 2.
Selanjutnya juga dilakukan evaluasi terhadap kinejra Alsintan BP dan belum semua termanfaatkan secara karena sebagian besar lahan sawah kekeringan karena terdampak kemarau.
Banyaknya sawah yang terdampak kekeringan membuat LTT OPLAH belum terealisasi optimal sehingga target IP 2 dan IP 3 belum dapat tercapai namun harus terus dilakukan memaksimalkan usaha untuk teruse mendorong luas tambah tanam padi di Kab. Kaur.
#KitaMulaiCaraBaru
#TransformasiBudayaKerja
#HematEnergi