Survei Kekeringan Kaur, BRMP Bengkulu Dorong Optimalisasi Sumber Air untuk Sawah
Rabu, 16 September 2026, BRMP Bengkulu bersama Koordinator BPP Maje dan Penyuluh Pertanian BPP Maje turun langsung meninjau kondisi lahan sawah terdampak kekeringan di Kabupaten Kaur. Survei dilakukan di sejumlah lokasi di Kecamatan Nasal dan Kecamatan Maje untuk melihat kondisi lahan sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani selama musim kemarau.
Peninjauan dilakukan di Desa Merpas, Kecamatan Nasal, dengan sampel lokasi di Desa Ulak Pandan dan Gedung Menung, kemudian dilanjutkan ke Kecamatan Maje di Desa Tanjung Baru, Sukamanti, dan Linau. Hasil pengamatan menunjukkan kondisi lahan cukup memprihatinkan, dengan tanah kering dan retak-retak setelah sekitar satu bulan tidak turun hujan. Keterbatasan air irigasi menyebabkan petani belum dapat melakukan pengolahan lahan dan penanaman padi secara optimal.
Sebagai upaya tindak lanjut, penyuluh dan petani berharap adanya dukungan sarana pengairan, termasuk melalui Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). Selain itu, perbaikan jaringan irigasi primer dan sekunder pada Bendungan Air Nasal diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber air untuk mengairi lahan sawah di Kecamatan Nasal dan Maje dengan potensi luasan sekitar 120 hektare. Langkah ini diharapkan dapat membantu petani menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau dan mendukung keberlanjutan produksi padi.