Modernisasi Pertanian Jalan Terus: BRMP Bengkulu Panen PM-AAS di Bengkulu Utara
Tim Kegiatan Teknologi Adaptif Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bengkulu bersama penyuluh Kecamatan Argamakmur melaksanakan panen demplot pertama Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS) di lahan Kelompok Tani Tani Makmur, Desa Taba Tembilang, Kabupaten Bengkulu Utara, Rabu (05/08/2026).
Demplot dengan luas keseluruhan 2 hektar ini menerapkan sistem tanam benih langsung atau Tabela menggunakan drumseeder 6 baris. Pada tahap awal, panen dilakukan pada luasan 1 hektar. Sebelum penanaman dilakukan penyemprotan herbisida pra tumbuh untuk pengendalian gulma dan aplikasi pembenah tanah dolomit.
Teknologi yang diterapkan meliputi jarak tanam rapat 25 x 3 x 50 cm dengan populasi mencapai 1,2 juta rumpun per hektar. Varietas yang digunakan adalah padi sawah irigasi Inpari 32 HDB tahan hawar daun bakteri dengan dosis benih 80 kg per hektar.
Pemupukan dilakukan secara berimbang dengan NPK sebanyak 250 kg per hektar pada umur 21 Hari Setelah Semai (HSS) dan 100 kg per hektar pada umur 45 HSS, serta Urea 300 kg per hektar. Untuk memperkuat perakaran dan batang tanaman, dilakukan penyemprotan silika pada umur 45 dan 55 HSS.
Panen dilakukan pada umur tanaman 103 HSS dengan kondisi 85 persen bulir sudah menguning. Berdasarkan hasil ubinan pada luasan 1 hektar, produksi Gabah Kering Panen (GKP) berkisar antara 5,63 – 6,32 ton per hektar.
Meskipun belum mencapai target produksi 10 ton per hektar, hasil tersebut lebih tinggi dari rata-rata produktivitas padi di Kabupaten Bengkulu Utara yang berada pada kisaran 4,38 hingga 4,73 ton per hektar.
Penentuan jadwal tanam yang sesuai menjadi faktor utama dalam penerapan Metode PM-AAS. Kondisi iklim yang tidak dapat diprediksi dan penanaman yang tertinggal di lokasi kegiatan menjadi kendala pencapaian target produksi. Pada tahap penanaman dan fase pertumbuhan awal curah hujan sangat tinggi sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik. Sedangkan pada fase pengisian bulir tanaman diserang hama burung, pengerek batang padi, dan walang sangit.
BRMP Bengkulu berkomitmen untuk terus mengawal penerapan teknologi adaptif PM-AAS sebagai upaya peningkatan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan petani di Provinsi Bengkulu.
#KitaMulaiCaraBaru
#TransformasiBudayaKerja
#HematEnergi
#HUT81KemerdekaanRI