Bukan Cuma Angka! Oplah dan CSR di Kaur Ditarget Bikin Petani Sejahtera
Jumat, 24/07/2026 — Semangat swasembada pangan terus dikobarkan di Kabupaten Kaur! Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bengkulu hadir langsung melalui Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Kaur untuk mengawal dan mendampingi percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025.
Kegiatan yang digelar di Aula CWS BPP Bintuhan ini menjadi ruang konsolidasi penting, yang dihadiri jajaran BBPKH Cinagara, Dinas Pertanian Kabupaten Kaur, PJ Swasembada Pangan dan LO, Penyuluh CWS Provinsi, Katimker, Korluh BPP, hingga para penyuluh pendamping Oplah se-Kabupaten Kaur.
Dalam pembukaannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kaur (Dodi Haryono) menegaskan bahwa program Oplah sudah berjalan sejak 2025, namun capaian Indeks Pertanaman masih di bawah target. Tantangan terbesar saat ini adalah musim kemarau yang membuat ketersediaan air di lahan tadah hujan terbatas.
Untuk program CSR 2026, saat ini masih proses Survey Investigasi dan Desain. Meski infrastruktur bendungan sudah ada, sebagian lahan potensial telah beralih fungsi ke sawit dan durian sehingga sisa lahan yang bisa dioptimalkan sekitar 209 hektare. Beliau mengajak seluruh penyuluh untuk terus tancap gas mendampingi dan memotivasi petani agar percepatan tanam berjalan dan target LTT tercapai.
Arahan senada disampaikan perwakilan BBPKH Cinagara (Taufik Walhidayah) mengingatkan bahwa IP Kabupaten Kaur saat ini 1,69 masih perlu didorong lebih tinggi. Rekonsiliasi data LTT harus tuntas dan riil hingga 30 Juli 2026. Untuk CSR, pelaksanaan wajib mengacu petunjuk teknis dengan fokus pada lahan yang sudah terkonsolidasi dan dikelola secara korporasi petani. Tujuannya jelas untuk menaikkan produktivitas, efisiensi usaha tani, dan kesejahteraan petani.
Apresiasi juga datang dari PJ Swasembada Pangan Kabupaten Kaur (Irma Calista) mengapresiasi dedikasi para penyuluh yang tetap semangat meski tugas bertambah dan cuaca menantang. Dengan sinergi dan koordinasi semua pihak, ia optimis target LTT Oplah Kaur bisa dikejar.
Hingga 23 Juli 2026 realisasi LTT Oplah Kabupaten Kaur sudah mencapai 669,5 hektare. Dari hasil diskusi dan pemetaan kendala di lapangan, disepakati target tambahan LTT Lahan Oplah sebesar 113,3 hektare harus tuntas hingga 31 Juli 2026.
Langkah percepatan terus dirumuskan bersama agar Oplah dan CSR di Kaur tidak hanya jadi angka, tapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani.
#KitaMulaiCaraBaru
#TransformasiBudayaKerja
#HematEnergi