BRMP Bengkulu bersama TAM Kementan Monitoring Cetak Sawah Rakyat TA 2026 di Enggano
Pada hari kedua (Kamis, 16 Juli 2026), Kepala BBRMP Bengkulu (Shannora Yuliasari), Kapoksi Pendampingan (Yartiwi) dan LO swasembada pangan Kabupaten Bengkulu Utara (Eko Kristanto) melaksanakan pendampingan monitoring lapangan ke lokasi kegiatan Cetak Sawah Rakyat (CSR) TA 2026 bersama Tenaga Ahli Menteri (TAM) Pertanian di Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.
Kegiatan Monitoring Lapangan ini dilaksanakan bersama Tenaga Ahli Menteri (TAM) Pertanian Bidang Teknologi Inovasi dan Pengelolaan Irigasi, Kaster Korem 041 Garuda Emas, Kepala BBRMP Bengkulu dan Tim, Kepala BBPKH (PJ BP Prov. Bengkulu), BPLIP Palembang (Katimker Pengelolaan Lahan), Koramil dan Babinsa, Tim Pengawas, Kepala Desa, Korluh, Penyuluh Pertanian, Pengurus dan anggota Brigade Pangan di Desa Banjarsari.
Bersama TAM (Hendri Sosiawan) menuju lokasi CSR yang akan dicetak seluas 617 ha di Desa Banjarsari TA 2026. Di lokasi CSR ini, TAM mendapat penjelasan dari pihak pelaksana kegiatan berdasarkan hasil SID lahan yang akan dicetak, mulai dari jaringan irigasi, sumber air, dll.
Selanjutnya, menuju lokasi yang telah di-land clearing oleh pelaksana, berdasarkan pengamatan, lokasi CSR ini lahannya berpotensi subur untuk ditanam padi, di mana pH air dan tanah agak masam, yaitu kisaran 5,6. Dengan kondisi pH demikian disarankan untuk memberikan Dolomit sebanyak 1 ton/ha. Selain itu, TAM menyampaikan kepada pengawas bahwa untuk jaringan irigasinya nanti, ukuran yang tersier diperkecil lagi dari yang direncanakan, dengan luasan 100 ha dibuat 1 aliran irigasi tersier. Pada lokasi CSR ini juga segera dikoordinasikan dengan pihak PU untuk membangun irigasi.
Kemudian, dilakukan monitoring ke lokasi CSR TA 2025 di Desa Malakoni. Sawah yang sudah dicetak ini sudah ditanam 1 kali, namun saat ini belum ditanam karena terkendala juga dengan ketersediaan air yang tidak ada. Permasalahan ini agar disampaikan ke Dirjen Teknis untuk disampaikan sebagai usulan, seperti JIAT (Jaringan Irigasi Air Tanah) dan bangunan konservasi (dam parit).
Untuk rencana tindak lanjut dari hasil monitoring ini, Kepala BBRMP Bengkulu menyampaikan kepada Penyuluh Pertanian untuk segera membuat usulan CPCL agar sawah yang dicetak dapat dimaksimalkan tidak hanya menunggu hujan.