Rakor Percepatan LTT Bengkulu Selatan, Sinergi Hadapi Tantangan Iklim
Rakor Percepatan LTT Bengkulu Selatan, Sinergi Hadapi Tantangan Iklim
Kamis (23/04/2026), Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Bengkulu mengikuti rapat koordinasi di Kabupaten Bengkulu Selatan dalam rangka evaluasi dan percepatan target Luas Tambah Tanam (LTT). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain PJ Kegiatan Swasembada Pangan Provinsi Bengkulu (Andi Muhammad Aidil Fitri), Kepala BRMP Bengkulu perwakilan Kabupaten Bengkulu Selatan, penyuluh lapang, petani, serta pihak penyedia benih. Rakor dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan yang menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pertanian, khususnya bantuan alat dan mesin pertanian yang telah membantu peningkatan produktivitas petani di daerah.
Dalam rakor tersebut, disampaikan berbagai strategi percepatan pencapaian LTT, termasuk antisipasi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan mencapai puncak pada pertengahan tahun. Penyuluh didorong untuk mempercepat tanam selama masih tersedia curah hujan pada April–Mei, serta mengoptimalkan pengelolaan air melalui pompanisasi, sumur dangkal, dan perbaikan jaringan irigasi. Selain itu, penggunaan varietas padi tahan kekeringan serta penyesuaian pola tanam menjadi langkah penting. Hingga 22 April 2026, capaian LTT Kabupaten Bengkulu Selatan tercatat sekitar 66,90%, sehingga diperlukan upaya percepatan melalui optimalisasi alsintan, konsolidasi data, serta penguatan pelaporan berbasis lapangan.
Kepala BRMP Bengkulu (Shannora Yuliasari), juga menekankan pentingnya validitas data tanam dan panen, serta mendorong penyuluh untuk aktif menginput data melalui sistem yang telah disediakan. Di sisi lain, dukungan bantuan pemerintah seperti benih, irigasi perpompaan, dan pemeliharaan jaringan irigasi terus dioptimalkan. Dari sisi penyedia benih, disampaikan beberapa kendala terkait sinkronisasi data CPCL dan jadwal tanam yang perlu segera dibenahi. Rakor ditutup dengan sesi diskusi dan komitmen bersama seluruh pihak untuk mempercepat realisasi tanam guna mendukung keberhasilan swasembada pangan di Provinsi Bengkulu.