Percepat PM-AAS dan Produksi Benih, BRMP Bengkulu Tanam Perdana Gandum di Kepahiang
Kepahiang, 5 Oktober 2026 – BRMP Bengkulu terus memperkuat pengawalan Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) sekaligus mendukung penyediaan benih berkualitas melalui percepatan kelengkapan berkas CPCL dan data NIK petani di Kabupaten Kepahiang. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, BRMP Bengkulu melaksanakan tanam perdana produksi benih sumber gandum di Desa Bukit Menyan, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang, pada lahan seluas 1 hektare menggunakan varietas Nias. Kegiatan dihadiri penyuluh pertanian Kecamatan Bermani Ilir, petugas Pengawas Benih Tanaman (PBT), serta petani kooperator.
Pada kegiatan tanam perdana, dilakukan pendampingan teknis untuk memastikan proses produksi benih berjalan sesuai ketentuan, mulai dari pemilihan benih bermutu, perlakuan benih (seed treatment), hingga teknik penanaman. Benih yang digunakan diharapkan memiliki daya tumbuh minimal 90%, bebas hama dan penyakit, serta seragam. Penanaman dilakukan dengan metode tugal menggunakan jarak 35 cm x 15 cm, dengan 3–5 biji setiap lubang tanam. Selain itu, turut dilakukan Pemeriksaan Lapangan (PL) pendahuluan oleh petugas BPT Kabupaten Kepahiang untuk memastikan kesesuaian lokasi, persyaratan lahan, dan benih sumber sebelum dan pada saat tanam.
Di akhir kegiatan, BRMP Bengkulu berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan BPP Kabupaten Kepahiang dalam rangka percepatan pemenuhan CPCL PM-AAS 100%. Terdapat tambahan usulan CPCL PM-AAS seluas 175 hektare dari Kecamatan Kepahiang, Ujan Mas, dan Kabawetan, sehingga total usulan CPCL Kecamatan Kepahiang mencapai 763 hektare atau melampaui target 760 hektare. Dokumen usulan CPCL benih telah lengkap, sementara percepatan masih dilakukan terhadap kelengkapan data NIK anggota di wilayah Kecamatan Kepahiang. Untuk mendukung keberlanjutan produksi benih gandum, setelah tanaman berumur 5–7 HST akan dilakukan pengendalian hama, dilanjutkan pemupukan pertama pada umur 10–15 HST sesuai dosis yang direkomendasikan.