Monitoring ke Lokasi Pertanaman Padi di Bengkulu Selatan
Senin, 30/03/2026, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Bengkulu (Shannora Yuliasari) didampingi oleh Kapoksi pendampingan (Yartiwi) dan LO Kabupaten Bengkulu Selatan (Linda Harta) melakukan Monitoring ke lokasi pertanaman padi di Kabupaten Bengkulu Selatan.
Kegiatan Monitoring ini langsung didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian (Binagransyah) beserta jajarannya, Katimker penyuluh pertanian, korluh dan penyuluh lapang.
Capaian LTT padi sawah maupun oplah di Kabupaten Bengkulu Selatan di bulan Maret ini masinh sangat rendah. Capaian per tanggal 30 Maret 2026 masih 189 ha (12,48%) dari target 1.515 ha. Rendahnya Realisasi Tanamn ini disebabkan karena banyak lahan sawah yang terdampak kekeringan dan sebagian kecamatan baru selesai panen.
Pada kesempatan ini Kepala BRMP Bengkulu menyampaikan agar Kabupaten Bengkulu Selatan menyambut program yang disampaikan oleh Dirjen Layanan Irigasi Pertanian (LIP) alokasi bantuan untuk Provinsi Bengkulu sebanyak 50 unit irigasi perpompaan. Di harapkan di kab. Bengkulu Selatan ini minimal 5 Unit untuk kegiatan Irpom.
Sebagai respon baik dari Dinas Pertanian Kab. Bengkulu Selatan langsung mengunjungi bersama-sama ke lokasi yang berpotensi untuk kegiatan Irpom tersebut. Kunjungan ini dilakukan di Kecamatan Manna di Desa Ketaping pada 3 kelompok tani, antara lain Kelompok Tani Rukun Santosa dengan potensi lahan yang akan di airi seluas 10 ha, Kelompok Tani Hamparan Lembak Pantai dengan potensi lahan yang akan di airi seluas 10 ha dan Kelompok Tani Tebat Judum dengan potensi lahan yang akan di airi seluas 10 ha.
CPCL yang dikunjungi ini sudah dijelaskan secara singkat terkait mekanisme dan syarat-syarat kegiatan. Dan Calon Lokasi ini sudah diambil titik koordinat untuk pembuatan Irpom. Ke depan harapannya kegiatan Irpom ini dapat menambah LTT dan IP lahan.
Kunjungan dilanjutkan ke lokasi pertanaman padi. Lahan-lahan yang terdampak kekeringan ini sebagian sudah melakukan olah lahan dan penyemaian namun belum melakukan penanaman di karenakan lahan tidak ada air dan hujan belum ada. Sementara lahan yang sudah tanam, namun tanamannya tumbuh tidak normal dikarenakan lahannya kering (tanahnya sudah pecah-pecah).