Melalui Koordinasi dan Kunjungan, BRMP Bengkulu Dorong Kualitas Bibit Ayam KUB
Melalui Koordinasi dan Kunjungan, BRMP Bengkulu Dorong Kualitas Bibit Ayam KUB
Kamis, 16/04/2025, tim kegiatan produksi bibit sumber ayam KUB BRMP Bengkulu melaksanakan koordinasi dengan dokter hewan, (drh. Hafli Hasibuan) di klinik hewan. Kegiatan ini merupakan bagian dari penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam produksi bibit ayam KUB, khususnya pada aspek kesehatan ternak yang memerlukan pengawasan dan pemeriksaan rutin oleh tenaga profesional.
Pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan menjadi salah satu faktor penting dalam pengendalian risiko yang tercantum dalam Manajemen Risiko (MRI) kegiatan produksi bibit sumber ayam KUB. Melalui koordinasi tersebut, disepakati bahwa tim dokter hewan dari Klinik Hewan Sehat Satwa akan melakukan pemeriksaan kesehatan ayam KUB secara rutin setiap bulan di BRMP Bengkulu.
Selain pemeriksaan berkala, juga akan disusun rekam medis ternak, jadwal vaksinasi, serta SOP yang sesuai dengan standar budidaya ayam. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kesehatan ayam secara berkelanjutan, mencegah wabah penyakit, serta meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap gangguan kesehatan pada ayam KUB.
Selanjutnya, tim juga melakukan kunjungan ke salah satu peternakan ayam kampung petelur di Kota Bengkulu, yaitu Ridwanvha Farm. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari manajemen budidaya dan proses penetasan yang diterapkan di lapangan.
Ridwanvha Farm diketahui mampu memproduksi DOC ayam kampung jenis Elba sebanyak 500 ekor per minggu, serta menjadi salah satu produsen bibit ayam KUB di wilayah tersebut. Peternakan ini menggunakan mesin tetas full otomatis dengan kapasitas 1.500 butir telur, tingkat produksi telur indukan mencapai 90%, dan daya tetas berkisar antara 80–90%.
Hasil kunjungan menunjukkan bahwa manajemen budidaya yang diterapkan relatif sejalan dengan pedoman yang digunakan oleh BRMP Bengkulu. Namun demikian, penggunaan mesin tetas full otomatis menjadi salah satu inovasi yang dinilai potensial untuk diadopsi guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas ke depan.