Manfaatkan Kompos, Bawang Merah Batu Ijo Ditanam Secara Hidroganik di BRMP Bengkulu
Manfaatkan Kompos, Bawang Merah Batu Ijo Ditanam Secara Hidroganik di BRMP Bengkulu
Jumat, 24/04/2026, Divisi Pengolahan Limbah Ternak BRMP Bengkulu melaksanakan kegiatan budidaya bawang merah varietas Batu Ijo menggunakan sistem hidroganik. Kegiatan ini dilakukan untuk mengaplikasikan pupuk kompos hasil olahan limbah ternak yang telah diproses melalui fermentasi di Rumah Kompos BRMP Bengkulu. Berbeda dengan sistem hidroponik konvensional yang memerlukan nutrisi AB-Mix dan aliran listrik, metode hidroganik ini menggunakan media tanam organik yang terdiri dari campuran pupuk kompos, kapur pertanian (kaptan), dan Trichoderma.
Proses persiapan dimulai dengan membersihkan lumut dan kotoran yang mengendap di dalam paralon menggunakan sikat. Setelah dibersihkan, paralon dijemur hingga kering sebelum dirakit kembali pada instalasi. Sebelum memasang pot, paralon terlebih dahulu diisi dengan air. Media tanam berupa campuran kompos, kaptan, dan Trichoderma kemudian dimasukkan ke dalam pot hingga penuh dan disusun pada instalasi yang telah disiapkan.
Benih bawang merah varietas Batu Ijo yang digunakan dipilih berdasarkan kriteria kesehatan benih, yaitu tidak busuk, tidak kempos, dan bernas, serta telah memenuhi masa dormansi selama 2,5 bulan. Sebelum ditanam, bagian ujung benih dipotong sebanyak 1/4 bagian menggunakan cutter steril untuk merangsang pertumbuhan tunas tanpa merusak bagian bakal tunasnya.
Pada tahap penanaman, benih diletakkan di dalam pot dengan cara diputar sambil ditekan perlahan. Posisi benih diatur agar rata dengan permukaan media tanam dan tidak tertimbun sepenuhnya guna mencegah pembusukan. Setelah proses penanaman selesai, perawatan dilakukan dengan menjaga kelembapan media melalui penyiraman rutin dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Dengan perawatan tersebut, pertumbuhan akar dan daun bawang merah diperkirakan mulai terlihat pada usia 7 hingga 10 hari setelah tanam.