Dukung Peningkatan Nilai Tambah, BRMP Bengkulu Hadiri Rakor Hilirisasi Perkebunan
Rabu (17/09/2025), BRMP Bengkulu hadiri Rapat Koordinasi Senator Peduli Ketahanan Pangan yang diselenggarakan di Balai Raya Semarak. Rakor dihadiri oleh Menteri Pertanian, Ketua DPD RI, Wakil Gubernur Bengkulu, Kapolda Bengkulu, Kejati Bengkulu, Sekjen DPD RI, Ditjen Tanaman Pangan Kementan, Dirut Bulog, Dirut PTPN III, Wakit Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Danrem 041 Gamas, Danlanal Bengkulu, Walikota Bengkulu, Bupati, Wakil Bupati, Kepala Dinas, BWS 7 Bengkulu dan Penyuluh Pertanian.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Bengkulu, menyampaikan bahwa momentum lima tahun kedepan baik bagi Bengkulu untuk membangun infrastruktur maupun hilirisasi. Wagub menjelaskan bahwa hilirisasi sangat dibutuhkan terutama di Enggano untuk menambah nilai komoditas pisang, serta hilirisasi kopi yang banyak dibudidayakan di Kepahiang dan Rejang Lebong. Sawit yang merupakan komoditas unggulan di Bengkulu juga butuh dihilirisasi dengan baik agar dapat menambah kesejahteraan bagi Masyarakat Bengkulu.
Hilirisasi merupakan program yang ditargetkan Presiden untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian. Pesan Bapak Presiden jangan ekspor bahan mentah tetapi hilirisasi produk agar menambah nilai jual, ujar Menteri Amran. Selain itu, juga disampaikan rencana pengembangan kopi tahun 2026 untuk Provinsi Bengkulu seluas 1.000 ha di Kabupaten Kaur, Kepahiang, Rejang Lebong dan Lebong. Harapannya dengan kegiatan ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani di Bengkulu.
Lebih lanjut Menteri Pertanian menyampaikan bahwa hilirisasi penting karena akan meningkatkan nilai tambah produk pertanian, harapannya banyak produk pertanian di Bengkulu yang memiliki nilai dan daya jual yang tinggi serta dikenal luas di tingkat nasional.